Tuesday, August 23, 2016

Spiritual Journey #1 : Dosa & Meta Dosa Part 1

Spiritual Journey #1 : Emosi - Meta Dosa - Dosa Part 1

Perlu kita ketahui ada emosi yang mengarah ke kebaikan dan ada pula emosi yang mengarahkan kita manusia ke dalam keburukan, kita akan men-chunking up dari Dosa, kemudian Meta Dosa, lalu menyelidiki apa sajakah emosi yang "cenderung" mengarahkan manusia kepada dosa?

Kita bahas ada 10 Dosa Besar, diantaranya adalah :
1. Syirik (Menyekutukan Allah)
2. Meninggalkan Shalat
3. Durhaka Terhadap Orang Tua
4. Zina
5. Rezeki Haram
6. Mabuk (Minum minuman keras)
7. Memutuskan Silaturrahim
8. Berbohong (Saksi Palsu / Sumpah Palsu)
9. Kikir, Pelit
10. Ghibah, Bergunjing

Lalu kita akan memetakan dosa tersebut kedalam "Meta Dosa" :
1. Dosa Kecemburuan (Bisikan iblis Leviathan - yg mewakili iri hati | Envy)
2. Dosa Kemarahan (Bisikan iblis Satan - yg mewakili kemarahan | Wrath)
3. Dosa Nafsu (Bisikan iblis Asmodeus - yg mewakili nafsu | Lust)
4. Dosa Kesombongan (Bisikan iblis Lucifer - yg mewakili kebanggaan | Pride)
5. Dosa Keserakahan (Bisikan iblis Mammon - yg mewakili keserakahan | Greed)
6. Dosa Kerakusan (Bisikan iblis Beelzebub - yg mewakili kerakusan | Gluttony)
7. Dosa Kemalasan (Bisikan iblis Belphegor - yg mewakili kemalasan | Sloth)

Dan perlu diketahui, bahwa 7 meta dosa dan 7 kebaikan adalah bagaikan kepala dan ekor sebuah koin, tidak bisa keduanya menghadap keatas, bisa dikatakan bagaikan air dan minyak karena kebaikan dan kejahatan tidak bisa bersatu, dan 7 kebaikannya adalah

1. Bersyukur : adalah lawan dari Kecemburuan / Iri Hati, karena kecemburuan bersifat ingin memiliki apa yang orang lain miliki, ingin orang lain mengalami keburukan dan diri sendiri saja yang mengalami kebaikan, ketika orang yang cemburu kepada Anda, Tidak ada yang bisa menyelamatkannya, kecuali dirinya sendiri yang bersyukur (menyadari apa yang dimilikinya), kecemburuan terlahir karena membandingkan dengan yang lebih baik (diatasnya), namun kebersyukuran terlahir karena membandingkan dengan orang yang dibawahnya

2. Kesabaran : adalah lawan dari Kemarahan, kemarahan ini bersifat mendendam, ingin membalas keburukan dengan keburukan, kalau membalas kebaikan dengan kebaikan bukan dendam namanya, tapi balas budi, dan kesabaran ini bagus karena dia membalas keburukan dengan kebaikan.

3. Pembersihan Diri & Kemurnian : adalah lawan dari nafsu, nafsu disini adalah nafsu birahi (perzinaan, manstrubasi, perselingkuhan, pornografi, pelacuran, pencabulan, perkosaan, dan homoseksual), tentu saja nafsu ini hanya bisa dikekang dengan pembersihan diri dan pembersihan emosi, karena nafsu adalah lawan dari akal, nafsu semakin besar berarti akal semakin lemah, jadi untuk melawan nafsu maka harus memperbesar akal dan berfikir apa efek "jangka panjang" yang diberikan oleh nafsu, karena nafsu adalah "kenikmatan jangka pendek" semata. Nafsu adalah kebebasan tanpa melihat sebab-akibat, sedangkan Akal dapat membedakan kebaikan dan keburukan serta efek dari sebuah tindakan

4. Kerendahan Hati : adalah lawan dari kesombongan, kesombongan membuat manusia tidak ingin dikalahkan oleh siapapun, ingin selalu "lebih baik dari orang lain secara harta, gelar, dan pasangan", kalau kecemburuan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, maka kesombongan ini selalu membandingkan diri sendiri di masa lalu dan diri sendiri di masa sekarang, oleh karena itu fir'aun sendiri karena kesombongannya, mengetahui bahwa tiada gelar tertinggi selain Tuhan, dan dia menyangkal bahwa dirinya adalah Tuhan, tentu saja lawan dari kesombongan ini adalah kerendahan hati, bahwa saya tidak lebih baik dari orang lain & saya adalah "ciptaan" Tuhan

5. Memberi : adalah lawan dari keserakahan, keserakahan membuat manusia ingin memiliki semua harta di dunia, semua kekuasaan di dunia, dan semua wanita di dunia, yang dapat melawan perasaan tersebut adalah kebahagiaan memberi dan melihat orang lain bahagia karena pemberian dirinya

6. Pengendalian Diri (Berpuasa) : adalah lawan dari kerakusan, kerakusan identik dengan makanan, memakan makanan apapun, berlebihan, memanjakan lidah terlalu dalam, tentu yang dapat menurunkan kadar kerakusan adalah dengan cara berpuasa

7. Ketekunan : adalah lawan dari kemalasan, malas identik dengan tidak bergerak, sedangkan ketekunan identik dengan bergerak, itulah sebabnya Allah perintahkan shalat 5 waktu, agar manusia bergerak kepada-NYA secara tekun dan menghancurkan kemalasan, Allah bisa memerintahkan shalat hanya 1x saja, tapi kenyataannya Allah memerintahkan 5x sehari, belum termasuk sholat sunnah, tentu ada maksud dibalik itu, yaitu agar orang orang tekun beribadah. 

Sebelum itu, kalau diperhatikan antara 10 dosa besar adalah sebuah "Dampak Komunikasi Eksternal" yg buruk, dan 7 meta dosa adalah "Dampak Komunikasi Internal" manusia dengan dirinya sendiri

Oke Mari kita petakan 10 dosa besar kedalam 7 meta dosa, kita anggap saja "Meta Dosa" adalah "induk" dari dosa, dan setiap dosa terlahir akibat "Meta Dosa yg berkolaborasi", kita petakan seperti sebuah hukum sebab-akibat, oke mari kita bahas : disini